Rabu, 10 Oktober 2012

Polusi dan Polutan


1.    Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah
normal
2. berada pada waktu yang tidak
tepat
3. berada pada tempat yang tidak
tepat

G

2.    Pengertian Polutan

 (Pengertian dan Sifat dari Polutan) – Polutan adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb). Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat

A.      Polusi udara


Polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Ø  Polutan yang ada di Udara

Polutan udara primer, yaitu polutan yang mencakup 90% dari jumlah polutan udara seluruhnya, dapat dibedakan menjadi lima kelompok sebagai berikut:
1.      Karbon monokside  (CO)
2.      Nitrogen                 (NOx)
3.      Hidrokarbon           (HC)
4.      Sulfur diokside        (SOx)
Sumber polusi yang utama berasal dari transportasi, di mana hampir 60% dari polutan yang dihasilkan terdiri dari karbon monokside dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Sumber-sumber polusi lainnya misalnya pembakaran, proses industri, pembuangan limbah, dan lain-lain. Polutan yang utama adalah karbon monokside yang mencapai hampir setengah dari seluruh polutan udara yang ada.

Ø  Sumber Polusi Udara


Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg memengaruhi;
Kegiatan manusia
·         Transportasi
·         Industri
·         Pembangkit listrik
·         Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
·         Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
Sumber alami
·         Gunung berapi
·         Rawa-rawa
·         Kebakaran hutan
·         Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi
Sumber-sumber lain
·         Transportasi amonia
·         Kebocoran tangki klor
·         Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah
·         Uap pelarut organik

Ø Tingkat-tingkat KEBISINGAN

Kategori kebisingan lingkungan dapat dilihat seperti dalam tabel berikut :
Jumlah kebisingan
Semua kebisingan di suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu
Kebisingan spesifik
Kebisingan di antara jumlah kebisingan yang dapat dengan jelas dibedakan untuk alasan-alasan akustik. Seringkali sumber kebisingan dapat diidentifikasikan
Kebisingan residual
Kebisingan yang tertinggal sesudah penghapusan seluruh kebisingan spesifik dari jumlah kebisingan di suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu
Kebisingan latar belakang
Semua kebisingan lainnya ketika memusatkan perhatian pada suatu kebisingan tertentu. Penting untuk membedakan antara kebisingan residual dengan kebisingan latar belakang

B.        Polusi Air

Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniaannya. Air yang tersebar dialam tidak pernah dapat dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah sudah berpolusi. Air permukaan dan air sumur biasanya mengandung bahan-bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca, dan Fe. Air yang mengandung komponen – komponen tersebut dalam jumlah_tinggi_disebut_air_sadah.

Air yang tidak berpolusi tidak selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal untuk keperluan tertentu. Adanya benda – benda asing yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan secara normal disebut polusi.

Air yang normal sebenarnya tidak mempunyai rasa. Timbulnya rasa yang menyimpang biasanya disebabkan oleh adanya polusi, dan rasa yang menyimpang tersebut biasanya dihubungkan dengan baunya karena pengujian terhadap rasa air jarang dilakukan. Air yang mempunyai bau tidak normal juga dianggap mempunyai rasa yang tidak normal.

Ø Polusi Tanah

 

Pencemaran air dan tanah umumnya terjadi oleh tingkah laku manusia seperti oleh zat-zat detergen, asap belerang dan zat-zat kimia sebagai sis pembuangan pabrik-pabrik kimia atau industri. Pencemaran ini pun bisa juga oleh pestisida, herbisida, pupuk tanaman yang merupakan unsur-unsur polutan, sehingga mutu air dan tanah berkurang bahkan dapat membahayakan, baik untuk tumbuh-tumbuhan maupun hewan/manusia.

Sebagai contoh DDT, ladrin, endrin, dan fosfor organik bila mencemari tanah pertanian akan merugikan sebab zat-zat ini bisa membunuh mikroorganisme/jasad renik yang sangat penting bagi tanah untuk proses pembusukan dan sintesa zat-zat organik atau anorganik.
Insektisida yang sering dipakai sebagai pembasmi serangga/nyamuk kalau penggunaannya tidak terkontrol bisa menimbulkan pencemaran pada umumnya, misalnya air minum, bisa merugikan kesehatan pada umumnya dan juga dapat mengakibatkan resistensi terhadap zat-zat ini. Selain itu insektisida ini juga dapat bersifat karsinogenik, yaitu zat-zat yang bisa menimbulkan terjadinya kanker atau tumor ganas.
Jangan dilupakan pula sampah-sampah atau kotoran yang tidak digunakan akibat proses kehidupan manusia yang sering dibuang kedalam tanah atau air sungai. Hal ini jelas mempengaruhi produktifitas air, tanah dan lingkungan secara luas.
Dengan demikian dalam setiap program pembangunan, penggunaan zat-zat untuk mendukung berhasilnya pembangunan (penggunaan pestisida, dan lain-lain) haruslah dikendalikan dengan seksama untuk memperkecil pengaruh sampingan yang tidak diinginkan. usahakan kalau memungkinkan untuk menemukan zat kimia yang efektif sebagai pengganti zat kimia yang mempunyai pengaruh yang tidak baik pada lingkungan.
Sebelum ditemukan zat kimia demikian, maka satu-satunya jalan sebagai petunjuk ekologi yang dapat dianjurkan adalah kewaspadaan dalam penggunaan setiap zat kimia yang mempunyai pengaruh potensial yang luas pada lingkungan.
Hal ini perlu sebab beberapa bentuk pencemaran, terutama yang disebabkan oleh zat kimia beracun seperti asam, alkali, lemak, detergen dan lain-lain mempunyai pengaruh langsung yang destruktif pada kehidupan.

Ø Polutan Air

Air adalah zat yang sangat penting karena sangat diperlukan oleh makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Keadaan air yang berpengaruh terhadap makhluk adalah suhu, kadargaram (salinitas), dan tingkat kesamaan (pH) air. Kualitas air yang terganggu dapat dilihat atau ditandai dengan adanya perubahan bau (menyengat), rasa (asam), dan warnanya (hitam pekat).Zat-zat pencemar (polutan) yang berada di air, antaralain:a. Logam berat dan senyawa kimia dari limbah pabrikyang dibuang ke sungai, kolam, dan perairanlainnya.b. Detergen, kaleng, plastik, sisa-sisa makanan, dansebagainya dari limbah rumah tangga atau limbahdomestik.c. Pestisida, pupuk buatan, dan sisa sampahpertanian dan kegiatan pertanian.d. Lumpur-lumpur hasil erosi dan tanah longsor.e. Zat asam dari hujan asam.f. Tumpahan minyak.3.    Polutan TanahTanah adalah sebagai tempat makhluk hidup bagi organisme, sebagai hara dan air bagi tumbuhan. Pada tanah yang subur proses-proses kehidupan tumbuhan, hewan, dan mikroba tanah dapat berlangsung dengan baik. Keadaan tanah yang memengaruhi makhluk hidup misalnya pH tanah, tekstur, kelembapan, dan kandungan unsur hara.Zat pencemar/polutan yang berada di tanah antara lain berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, hujan asam, tumpahan minyak, dan Iain-Iain. Benda-benda yang mencemari tanah berupa benda padat seperti kertas, plastik, aluminium, kaleng, botol, dan benda cair, seperti tumpahan minyak dan limbah cair pabrik.
1. Buatlah kelompok di dalam kelasmu dengan anggota 5-6 orang!
2. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai polusi/pencemaran terhadap air.
3. Buatlah tulisan atau makalah mengenai permasalahan polusi atau pencemaran terhadap air yang memengaruhi lingkungan tempat tinggalmu minimal 19 halaman!
4. Diskusikan dan jawablah masalah tersebut dengan kelompok lain!Dengan mengetahui beberapa parameter yang ada pada daerah/kawasan penelitian, akan dapat diketahui apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramater-parameteryang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut. a.   Parameter kimiaParameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas,fosfor, dan logam-logam berat.b.   Parameter biokimia Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen yang terlarut   dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut Menteri Kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.c. Parameter fisikParameterfisik meliputi temperatur, wama, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.d. Parameter biologiParameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri Coli, virus, bentos, dan plankton.Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan jika keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi jika lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.
Sifat polutan adalah sebagai berikut.1. Merusak untuk sementara, tetapi jika telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.2. Merusak dalamjangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.Berikut ini beberapa jenis polutan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.1. HujanAsamBeberapa jenis polutan, terutama oksida sulfur dan nitrogen, oleh waktu dan cahaya matahari diubah menjadi senyawa-senyawa yang bereaksi dengan air di udara dan membentuk asam. Polutan-polutan ini, yang sering disebut hujan asam, juga mencakup salju, kabut, dan uap air, serta senyawa-senyawa kering yang bereaksi di permukaan daun atau tanah. Asam-masam ini tidak hanya meracuni danau dan sungai, membunuh ikan dan binatang-binatang lain, tetapi juga mengikis logam dan cat, dan melarutkan bangunan batu dan tugu.2. Karbon dioksida (COJKarbon dioksida mempakan gas yang terbentuk akibat pembakaran sempurna bahan bakar yang kaya akan kandungan karbon, seperti batu bara atau minyak. Karbon dioksida merupakan pencemar udara yang tak berwarna dan tak berasa, serta merupakan salah satu jenis gas penyebab terjadinya efek rumah kaca. Gas-gas ini mampu memerangkap panas bumi seperti jendela-jendela kaca di sebuah rumah kaca.

3.     Polutan yang di jumpai di lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
3. berada pada tempat yang tidak tepat
Sifat polutan adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi
2. merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.
Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
kaca.
c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.
b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming
alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.
Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.
Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
4. Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba
coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
2. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.
4. Indikator polusi lingkungan

Lingkungan yang kita tempati tidak selamanya berada pada kondisi stabil dan seimbang. Sebagian ulah manusia telah mengubah fungsi lingkungan sebagaimana mestinya. Beberapa hewan maupun tumbuhan memiliki kepekaan tersendiri terhadap perubahan lingkungan. Penurunan keanekaragaman jenis ataupun penurunan populasi menjadi indikator telah terjadinya pencemaran lingkungan / keseimbangan lingkungan.

Hewan sebagai indikator lingkungan
Keberadaan beberapa hewan selama ini telah lama dijadikan indikator telah terjadinya pencemaran lingkungan. Kodok merupakan salah satu hewan yang mempunyai kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Penurunan populasi jenis kodok di lingkungan kita dapat dijadikan petunjuk bahwa lingkungan sekitarnya telah mengalami perubahan yang menyebabkan habitat kodok terganggu.

Hewan lainnya adalah belut. Penggunaan pestisida oleh para petani ternyata telah menjadikan populasi belut di sawah menurun. Padahal belut merupakan sumber makanan yang mengandung protein tinggi. Tapi karena belut memiliki kepekaan terhadap lingkungan yang telah tercemar, akhirnya populasinya menurun seiring paparan polusi di lingkungan sawah.

Planaria, hewan yang termasuk phylum platyhelminthes sejenis cacing pipih pun ternyata dapat menjadi petunjuk bahwa kondisi perairan tersebut tercemar atau tidak. Penurunan populasi Planaria di perairan menjadi suatu indikator bahwa lingkungan/Keseimbangan Lingkungan perairan tersebut telah tercemar.

Selain penurunan populasi yang bisa dijadikan indikator pencemaran lingkungan ternyata peningkatan populasi pun dapat dijadikan petunjuk perubahan lingkungan. Ledakan hama tikus yang telah menurunkan produksi padi para petani ternyata disinyalir akibat adanya ketidakseimbangan lingkungan. Hilangnya salah satu komponen ekosistem yaitu ular yang banyak ditangkap manusia ternyata telah menjadikan populasi tikus meningkat dan berdampak terhadap produksi pangan. Keberadaan cacing merah Tubifex yang sering dijadikan umpan memacing juga dapat dijadikan petunjuk adanya pencemaran limbah organik

Tumbuhan sebagai indikator lingkungan
Selain hewan, tumbuhan pun ternyata dapat dijadikan petunjuk ada tidaknya pencemaran di suatu wilayah. Populasi Lichenes sejenis lumut kerak yang merupakan hasil simbiosis antara alga dan jamur merupakan indikator bahwa lingkungan sekitar telah tercemar. Keberadaannya bisa kita amati di pohon, batu ataupun dinding rumah yang sering terkena hujan. Sehingga dengan melihat jumlah populasinya kita bias menentukan ringan atau beratnya tingkat pencemaran lingkungan di suatu wilayah.

Rabu, 03 Oktober 2012

Konsep Geografi

A . PENGERTIAN GEOGRAFI
Istilah geografi pertama kali dikemukakan oleh ERATOSTHENES . Geografi berasal dari kata  GEO yang berarti bumi dan GRAFI / GRAPHEIN yang berarti gambaran . Jadi secara bahasa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mengambarkan keadaan bumi .
Dahulu geografi bernama ilmu bumi , penamaan ilmu bumi ini dirasa terlalu sempit karena hanya mempelajari bumi , maka sesuai dengan perkembangan dan kemajuan penamaan ilmu bumi berubah menjadi geografi yang dinilai lebih sesuai karena yang di pelajari geografi tidak hanya bumi tetapi adalah GEOSFER
 ( perlapisan bumi ) yang terdiri dari lima ( 5 ) lapisan yaitu : atmosfer , hidrosfer , litosfer , biosfer dan antroposfer .
Hakikat geografi menurut  beberapa ahli adalah sebagai berikut :
1 . IGI ( Ikatan Geografi Indonesia ) yang ditetapkan  pada seminar dan lokakarya di Semarang tahun 1988.
 Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan  dalam konteks keruangan .
2 . Preston E James Geografi adalah induk dari segala ilmu pengetahuan
3 . Ullman ( dalam bukunya berjudul Geografi a Spatial Interaction ) Geografi adalah interaksi antar ruang
4 . Paul Geografi adalah selalu ingin menjelaskan gejala-gejala dari segi hubungan keruangan .
5 . Claudius Ptolomaeus Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi .
6 .Sidney & Donald J.D Mulkerne Geografi adalah ilmu pengetahuan tentang bumi dan kehidupan yang nada di atasnya .
7 . J.W Alexander Geografi adalah ilmu yang mempelajari keberanekaan permukaan bumi secara keruangan .
8 . Ellsworth  Hunthington ( Aliran Fisis Determinis ) Memandang figure manusia sebagai figur yang pasif
9 . Paul Vidal De La Blache ( Aliran Posibilis ) Memandang manusia sebagai makhluk yang aktif
10 . Strabo Geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu pada suatu tempat dan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan .
11 . Friederich Ratzel Selain lingkungan alam , aktivitas manusia  merupakan factor penting dalam kehidupan di suatu lingkungan .
12 . Bernhardus Varenius Geografi terdiri dari geografi generalis dan geografi spesialis
13 . Vernor E . Finch & Glenn T. Trewartha Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis , tidak statis dan tetap.
14 . Hartshorne Geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti , beraturan dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi.
15 . Alexander Geografi adalah study tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia .
16 . Yeates Geografi adalah ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi  dari berbagai sifat yang beranekaragam di permukaan bumi .
17 . Bintarto Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan , menerangkan  sifat-sifat bumi , menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu .
Tugas Perorangan
1.Menurut anda dari tujuh belas pengertian geografi di atas mana yang paling pas di hati anda , coba beri alasan
2.Sekarang anda seolah – olah menjadi ahli geografi , yaitu anda menyimpulkan pengertian geografi menurut pendapat anda sendiri. Ok Bror


B . Obyek Geografi
Obyek  geografi ada 2 , yaitu  :
1 . Obyek Material geografi  adalah yang dikaji dalam study geografi .
Apa itu yang dikaji dalam geografi , adalah  Geosfer ( perlapisan bumi ) . Geosfer ini terdiri dari lima
 ( 5 ) lapisan , yaitu :
1 . Litosfer (  lapisan batuan )
2 . Hidrosfer ( lapisan air )
3 . Atmosfer ( lapisan udara )
4 . Biosfer ( lapisan kehidupan / flora-fauna )
5 . Antroposfer ( lapisan manusia ) yang merupakan tema sentral
2 . Obyek Formal geografi adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah .
Obyek formal geografi memberikan  jawaban atas pertanyaan tentang , What ( apa ) , Where ( dimana ) , How Much ( berapa ) , Why ( mengapa ) , How ( bagaimana ) , When ( kapan ) dan Who ( siapa ) dari berbagai gejala geografi di permukaan bumi .
C . Ruang Lingkup Geografi
Karena yang dipelajari dalam geografi terlalu luas , maka geografi dibagi menjadi dua ( 2 ) , yaitu geografi fisik ( alam ) dan geografi sosial .
A . Geografi fisik ( alam ) terdiri dari :
1 . Hidrologi               : Ilmu yang mempelajari perairan darat
2 . Oseanologi             : Ilmu yang mempelajarisifat fisik dan kimia air laut
3 . Klimatologi           : Ilmu yang mempelajari Iklim
4 . Meteorologi           : Ilmu yang mempelajari Cuaca
5 . Vulkanologi          : Ilmu yang mempelajari gunung api
6 . Seismologi             : Ilmu yang mempelajari gempa bumi
7 . Kartografi             : Ilmu yang mempelajari peta
8 . Geodesi                  : Ilmu yang mempelajari pengukuran tanah
9 . Planologi               : Ilmu yang mempelajari perencanaan kota 
10.Geomorfologi        : Ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk muka bumi
11.Astronomi             : Ilmu yang mempelajari benda-benda langit
12.Geologi                  : Ilmu yang mempelajari struktur , komposisi , sejarah dan proses                   
                                      perkembangan bumi
13.Biogeografi           : Ilmu yang mempelajari penyebaran makhluk hidup secara geografis di
                                      permukaan bumi
14.Geofisika               : Ilmu yang mempelajari sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode fisika  
                                        ( seperti gravitasi , medan  magnet dan lain-lain )
B . Geografi Sosial terdiri dari :
1 .Geografi manusia : Ilmu yang mempelajari  aspek social , ekonomi  dan budaya penduduk
2 .Antropogeografi    : Ilmu yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa di permukaan bumi dari
                                      sudut geografi
3 .Geografi Politik     : Ilmu yang mempelajari kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang
                                      potitik atau kepentingan Negara
4 .Geografi Regional : Ilmu yang mempelajari kawasan tertentu
5 .Geografi Penduduk : Ilmu yang mempelajari jumlah , penyebaran dan komposisi penduduk
6 .Geografi Ekonomi            : Ilmu yang mempelajari kegiatan ekonomi  penduduk pada wilayah tertentu 
 7 . Sosiologi               : Ilmu yang mempelajari struktur social , proses social dan perubahan social
                                                                                                                                                                        8 .Geografi Desa           : Ilmu yang mempelajari  kondisi-kondisi wilayah desa dan masyarakatnya dari
                                      sudut geografi
9 .Geografi Kota       : Ilmu yang mempelajari  kondisi-kondisi wilayah kota dan masyarakatnya dari
                                      sudut Geografi
.Disamping geografi social dan geografi fisik , karena perkembangan iptek  khususnya di bidang  IT adanya geografi teknik / terapan , yaitu :
1 . Sistem Informasi Geografi ( SIG ) adalah teknik penyajian informasi dengan cara overlay sejumlah peta tematik melalui basis computer sehingga mengahasilkan informasi baru dalam setiap produk dan analisisnya .
2 . Penginderaan  Jauh ( Indraja ) adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi mengenai obyek , daerah , atau gejala dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan  alat atau wahana tanpa kontak langsung terhadap obyek , daerah atau gejala yang di kaji .
D . Konsep Geografi
Untuk memahami konsep geografi  , coba anda keluar kelas untuk melihat lahan kosong yang ada di sekitar halaman sekolah anda . Menurut pendapat anda lahan kosong tersebut cocok untuk apa ?
Setiap siswa berbeda pendapat tentang penggunaan lahan kosong tersebut ada yang berpendapat untuk lapangan olah raga , untuk kantin dan untuk out bond . Jawaban yang berbeda  tersebut berangkat dari konsep yang berbeda tentang lahan kosong . Seorang ahli geografi sebelum berpendapat  akan melihat dulu luas lahan kosong , letak lahan kosong tersebut apakah dekat atau jauh dengan jalan raya .
Contoh kedua adalah jika ada sungai di sekitar rumah anda tercemar , pasti banyak pendapat tentang hal ini , misal ada yang berpendapat bahwa pencemaran tersebut akibat kurangnya kesadaran warga dalam membuang sampah , ada yang mengatakan pencemaran tersebut akibat limbah pabrik dan pencemaran tersebut  akibat kurangnya penegakan supremasi hukum.
Pada contoh pertama  perbedaan tersebut disebabkan oleh pertimbangan yang berbeda . Didalam mempertimbangkan hal tersebut ada yang memakai konsep nilai guna , yaitu ada yang memandang lebih baik  untuk lapangan olah raga karena mungkin sangat cocok dan nyaman , sedang yang berpendapat cocok untuk kantin , InsyaAllah laku keras karena lokasinya di sekolah sedang yang berpendapat cocok untuk out bond karena lokasinya sangat menantang .
Pada kasus kedua , yaitu adanya sungai yang tercemar kita berpendapat pasti ada yang mencemarinya , tidak mungkin sungai tiba-tiba tercemar pasti ada penyebabnya mungkin oleh pabrik yang membuang limbah ke sungai . Keterkaitan antara sungai yang tercemar dengan pabrik memiliki keterkaitan ruang , atau interaksi dan interdependensi .
Adanya nilai guna , keterkaitan ruang , interaksi , interdependensi  adalah termasuk konsep geografi . Menurut Nursid Sumaatmadja , konsep geografi adalah pola abstrak yang berkenaan dengan gejala-gejala konkret tentang geografi .
Konsep geografi adalah banyak , tetapi pada hakekatnya hanya ada dua ( 2 ) , yaitu :
1 . Konsep geografi Denotatif adalah konsep yang dapat menjelaskan pengertian gejala geografi berdasarkan definisi .
Contoh : Erosi merupakan proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di atas permukaan bumi .
2 . Konsep geografi Konotatif adalah konsep yang memiliki arti yang lebih luas dibandingkan dengan arti secara harfiah .Didalamnya menyangkut semua aspek yang berhubungan dengan konsep yang dibahas antara lain persebarannya , factor pendorongnya , jenisnya , dan proses pembentukannya .
Konsep geografi bermanfaat untuk membimbing kita dalam berfikir dari sudut pandang geografi .
A . Konsep Geografi menurut IGI
1.Konsep Lokasi merupakan konsep utama dalam menjawab pertanyaan (where). Konsep lokasi juga mengandung pengertian bahwa lokasi berpengaruh terhadap harga atau nilai sesuatu yang ada di permukaan bumi .
Contoh : Rumah mewah dijual harganya jatuh , karena lokasi rumah tersebut dekat kuburan .
 Lokasi terbagi atas lokasi absolut dan lokasi relatif.
 Lokasi absolut adalah lokasi yang tetap terhadap sistem jaring / koordinat (letak astronomis),
 Lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi daerah sekitarnya (letak geografis)
2.Konsep jarak merupakan konsep yang berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi dan pertahanan . Konsep jarak mengandung pengertian juga bahwa jarak juga berpengaruh terhadap harga dan nilai barang .
Contoh : Harga produk pertanian jadi lebih mahal jika harus diangkut ke pasar  yang jaraknya jauh .
               Harga tanah semakin mahal jika letaknya dekat kota atau dekat jalan raya .
Jarak terbagi atas jarak absolut dan jarak relatif.
Jarak absolut adalah jarak yang sebenarnya ditarik lurus antara dua titik,
Jarak relatif adalah jarak yang didasarkan atas pertimbangan waktu dan kemudahan transportasi. ( misal jarak Bogor – Jakarta ditempuh hanya 30 menit lewat jalan tol )
3.Konsep Keterjangkauan (accessibility) adalah mudah dijangkau atau tidaknya suatu tempat
Contoh : Bogor – Jakarta lebih mudah dijangkau dari pada Bogor – Bandung .
4.Konsep pola menitikberatkan pada pola keruangan baik alami maupun sosial budaya . Konsep pola juga mengandung pengertian bahwa konsep pola adalah sesuatu yang berulang sehingga menampakkan suatu bentuk tertentu yang konsisten .
 Contoh : Pola permukiman penduduk memanjang sepanjang sungai .
5.Konsep Morfologi menjelaskan bentuk-bentuk muka bumi ( dataran rendah , dataran tinggi , pegunungan ,rawa , bukit , gunung dan lain-lain )
Dengan konsep morfologi kita akan mudah mengetahui potensi suatu lahan .
Contoh : adalah salah kalau kita membangun rumah di daerah rawa , karena rawa adalah daerah yang rendah sehingga bisa mengakibatkan kebanjiran .
6.Konsep Aglomerasi  adalah pengelompokan / konsentrasi .
Contoh :
1 . Masyarakat di kota cenderung mengelompok bertempat tinggal di perumahan
2 . Masyarakat di desa cenderung mengelompok bertempat tinggal di dataran rendah yang subur
3 . Adanya  Pecinan dan kampung Jawa
  
7.Konsep nilai kegunaan berarti nilai di suatu tempat mempunyai nilai guna yang berbeda didasarkan atas fungsinya. Jadi, nilai guna bersifat relatif.
Contoh: daerah dataran banjir memiliki nilai kegunaan yang rendah sebagai lokasi pemukiman, tetapi bagi penjual jasa gerobak nilai gunanya tinggi.
8.Konsep interaksi dan interdependensi merupakan konsep yang berkaitan dengan hubungan saling ketergantungan antar dua tempat.
Contoh : antara desa dan kota sekitarnya terjadi saling keterkaitan dan ketergantungan
  
9.Konsep diferensiasi area merupakan konsep yang mengintegrasikan fenomena menjadi suatu tempat atau wilayah yang mempunyai corak tersendiri sebagai daerah.
Contoh : perumahan padat atau perumahan jarang.
10.Konsep keterkaitan keruangan merupakan konsep yang menunjukkan derajat keterkaitan antar wilayah, baik alam maupun sosial. ( hampir sama dengan konsep interaksi , tapi beda luasnya saja )
 Contoh :
Tanaman teh berada di pegunungan dan sapi perah berada di daerah sejuk.
 Karena tiap sabtu-minggu banyak orang Jakarta berlibur ke Bandung , maka puncak macet
 Contoh soal
1.Kondisi Pulau Jawa dengan jumlah penduduk yang padat menyebabkan lahan pertanian sempit.Sedangkan pulau Kalimantan masih memiliki lahan pertanian  yang luas karena jumlah penduduk yang relative sedikit.Sehingga terjadi perpindahan penduduk dari pulau Jawa ke Pulau Kalimantan melalui transmigrasi.Konsep geografi yang berkaitan dengan fenomena itu adalah konsep…. ( UN 2010 )  
a.pola
b.lokasi
c.aglomerasi
d.keterjangkauan
e.interaksi
2.Pada tahun 2006 di Indonesia terjadi peristiwa bencana lumpur panas lapindo yang mengakibatkan masyarakat disekitar daerah tersebut mengalami kerugian moril maupun materi, proses kejadian bencana tersebut dapat dipahami melalui konsep… ( UN 2008 )
a. pola
b. nilai
c. letak
d. aglomerasi
e. morfologi
E . Pendekatan Geografi
1 . Pendekatan Keruangan adalah pendekatan yang digunakan untuk mengetahuipersebaran penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan .
Melalui pendekatan keruangan seorang geograf akan meneliti secara mendalam keberadaan suatu rung yang menjadi obyek kajiannya .
Pendekatan keruangan juga mengandung pengertian nilai suatu tempat , jadi nilai suatu tempat bisa strategis atau sebaliknya yaitu terisoler .
Kata kunci pendekatan keruangan adalah fisik yang terdiri dari garis , poin dan bidang
2 . Pendekatan Kelingkungan adalah pendekatan untuk mengetahui hubungan dan keterkaitan  antar unsur yang berada pada suatu lingkungan tertentu , baik antar makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya .
Pendekatan kelingkungan  juga bisa disebut pendekatan ekologis , karena mempelajari komponen hidup dan komponen tidak hidup di suatu tempat .
3 . Pendekatan Komplek Wilayah adalah pendekatan kombinasi antara pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan .
Suatu wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya suatu wilayah itu mempunyaiunsur pembeda . Perbedaan suatu wilayah di permukaan bumi terjadi karena unsur-unsur dalam ruang berbeda , baik dari segi jumlah maupun mutunya . Akibat adanya perbedaan tersebut  , terjadi proses interaksi  wilayah yang ditujukan untuk menutupi berbagai kekurangan unsur yang tidak terdapat di suatu wilayah .
Misal wilayah desa akan melakukan interaksi dengan wilayah kota untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier . Begitu pula sebaliknya wilayah kota akan berinteraksi dengan wilayah desa untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan  dan bahan mentah lainnya .
Contoh soal
1.Peristiwa alam seperti  tanah longsor di Gunung Leuser (Aceh), merupakan fenomena geosfer yang dapat dikaji melalui pendekatan geografi yang tepat adalah …( UN 2008 )
a. Pendekatan keruangan
b. Pendekatan kelingkungan
c. Pendekatan persebaran
d. Deskripsi dan intelerasi
e. Koronologi dan dependensi
F .Prinsip Geografi
1 . Prinsip Distribusi / Persebaran adalah satu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi .
Contoh : Persebaran batubara  di Indonesia tidak berada di setiap wilayah , hal ini disebabkan oleh kondisi formasi batuan  yang berbeda .
2 . Prinsip Interelasi adalah suatu hubungan saling keterkaitan dalam ruang antara gejala yang satu dengan yang lain .
Contoh : Banjir terjadi akibat rusaknya lahan di daerah hulu DAS ( Daerah Aliran Sungai )
3 . Prinsip Deskripsi adalah menggambarkan lebih jauh dari persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan gejala di permukaan bumi .
Prinsip ini dapat ditampilkan dalam bentuk kalimat , peta , diagram , grafik dan tabel .
Contoh : Kerusakan yang terjadi di beberapa DAS di Indonesia sehingga dapat terlihat perbandingannya dan akan memudahkan dalam penentuan skala penanganannya.
4 . Prinsip Keruangan ( Korologi ) adalah lebih menitikberatkan pada analisa , fakta dan masalah geografi dengan menekankan pada penyebaran  , interelasi dan interaksinya dalam ruang .
Ruang adalah permukaan bumi keseluruhan maupun parsial .
Contoh : Kesenjangan pembangunan antara desa dengan kota menyebabkan terjadinya urbanisasi , atau kesenjangan pembangunan antara pulau Jawa dan luar pulau Jawa menyebabkan padatnya penduduk pulau Jawa .
Contoh soal
1.Keterkaitan antara faktor yang satu dengan faktor lainya dan terjadi dipermukaan bumi serta tersebar tidak merata dapat dipelajari dengan menggunakan prinsip ….( UN 2008 )
a. Distribusi dan interaksi
b. Interelasi dan distribusi
c. Koronologi dan keruangan
d. Deskripsi dan interelasi
e. Koronologi dan dependensi
G . Aspek Geografi
Aspek geografi ada dua ( 2 ) , yaitu :
1 . Aspek fisik ( alam ) terdiri dari : litosfer , atmosfer , biosfer dan hidrosfer
2 . Aspek sosial  seperti antroposfer
H . Manfaat Geografi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1 .Memetakan persebaran fenomena di permukaan bumi
2 . Penentuan lokasi pertanian , industri dan permukiman .
3 . Penentuan lokasi trasmigrasi
4 . Pengembangan sarana transportasi
5 . Potensi dan pemanfaatan sumber daya
6 .Media pemupukan wawasan kebangsaan
7 Menyelesaikan masalah sosial dan kemasyarakatan